Cara Mengajukan KPR Pembelian Rumah Bekas

Cara Mengajukan KPR Pembelian Rumah Bekas...

Memiliki rumah sendiri merupakan impian bagi setiap orang, apalagi yang sudah berkeluarga, memiliki rumah tentu sangat di prioritaskan daripada memiliki hal lain. Untuk memiliki rumah sendiri, kadang kita menginginkan rumah yang sudah dimiliki orang lain, artinya kita ingin membeli rumah yang sudah jadi dengan lokasi dan desain yang sesuai selera dan kebutuhan kita, banyak rumah yang dijual dengan posisi strategis, dekat dengan keramaian, tempat yang strategis, halaman luas, hal ini membuat kita ngiler dan ingin segera memiliki rumah tersebut, walaupaun harga yang ditawarkan sangat tinggi dan dompet kita tidak mampu menyediakan uang yang sesuai harga yang ditawarkan, tetapi dengan keinginan dan tekad untuk memiliki rumah tersebut, kita tetap bisa memilikinya.

Untuk memiliki rumah idaman yang di jual oleh pemilik lamanya memang memerlukan waktu yang sangat panjang, kita harus memulai dengan negosiasi sama penjual kemudian menyiapkan uang dan ahirnya mengurus berkas berkas pemindahan nama pemilik rumah. Bagi yang ingin membeli rumah bekas bisa dilakukan dengan cara mengajukan KPR Bank untuk pembelian rumah bekas, dengan proses lumayan lama juga dan membutuhkan kesabaran dalam proses pengajuan. Perjuangan itu akan sebanding, karena kita akan memiliki rumah idaman yang kita dambakan.
Untuk membeli rumah bekas yang dijual oleh pemilik lamanya, tetapi kita tidak memiliki uang yang cukup, bisa dilakukan dengan cara mengajukan KPR ke bank, langkah pertama adalah dengan cara :
  • Negosiasi dengan pihak penjual, jangan ragu pangkas habis penawaran kita sampai angka penawaran serendah mungkin, angka Rp.50 pun patut diperhitungkan dalam tahap ini, guna memiliki rumah idaman semurah mungkin. setelah terdapat kesepakatan harga kemudian,
  • Mengajukan KPR kepada Bank, dengan membawa persyaratan seperti kartu keluarga dan KTP, NPWP, surat nikah, slip gaji 3 bulan terakhir, surat keterangan kerja, dan rekening koran tabungan 3 bulan terakhir. Jangan lupa bawa dokumen rumah yang akan kita beli, pinjam saja dulu ke pihak penjualnya, dokumen yang harus di bawa yaitu fotokopi sertifikat, fotokopi izin mendirikan bangunan (IMB), fotokopi bukti pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) tahun terakhir, surat kesepakatan jual-beli rumah antara penjual dan pembeli yang ditandatangani di atas materai Rp. 6.000.
  • Appraisal, petugas appraisal rumah dri pihak bank akan survey ke tempat kita untuk melakukan survey terkait KPR yang kita ajukan, jamu dengan baik ya!, dalam proses ini ada biaya yang dikeluarkan tergantuk pihak bank, biaya itu bisa di bayar di muka atau nanti setelah KPR disetujui, jika pembayaran di muka ada sebagian bank yang menerapkan pembayaran dimuka hangus jika KPR tidak disetujui, dan itu tergantung kebijakan pihak Bank.
  • Surat perjanjian kredit, surat ini harus kita baca dari awal sampai ahir jangan ada yang terlewat supaya kita tahu isi perjanjian tersebut, jangan sampai KPR sudah berjalan kita kaget dengan ketentuan yang berlaku, yang padahal terdapat dalam surat perjanjian, mulai dari rincian biaya KPR (notaris, etc) dan lain lain. setelah tahap appraisal beres, selanjutnya adalah melakukan akad kredit sebelumnya pihak bank akan membuat surat perjanjian kredit (SPK) terlebih dahulu.
  • Penandatanganan akad, penandatanganan akad merupakan proses akhir, dimana jika kita sudah mau menginjak tahap ini, berarti pengajuan KPR kita disetujui. Dalam tahap ini ada proses yang ditempuh juga diantaranya melunasi biaya KPR dan notaris, meminta jadwal penandatangan akad kredit kepada bank dan notaris, menyerahkan dokumen seperti KTP, KK,  NPWP ke notaris, selain itu dokumen seperti IMB, sertifikat rumah, PBB rumah yang akan dibeli harus diserahkan ke notaris dengan dokumen asli dan fotokopy, notaris mengecek keabsahan dokumen-dokumen, menandatangani akad bersama pihak penjual di depan notaris pihak bank, setelah beres maka Bank akan mentransfer sejumlah uang sesuai hasil survey pihak bank pada kondisi rumah dan dana yang akan turun yang telah di survey sebelumnya, setelah itu notaris akan memproses balik nama sertifikat rumah menjadi atas nama pembeli, jangan lupa sertifikat dan IMB juga PBB rumah diserahkan jke pihak Bank sebagai jaminan KPR.

Demikian cara mengajukan KPR ke Bank untuk melakukan pembelian rumah bekas, pengajuan ini hanya berlaku bagi rumah bekas dan beda cerita jika rumah baru, karena rumah bekas akan dipertimbangkan jumlah uang yang akan turun dengan melakukan survey ke rumah tersebut dari phak bank, selain itu sediakan pula sejumlah uang untuk berjaga jaga menutupi kekurangan harga rumah, karena biasanya pencairan dana bisa kurang dari harga rumah yang ditentukan sehingga kita perlu menyiapkan sisanya untuk mencapai harga yang di tetapkan penjual. Semoga bermanfaat.

Cara Mengajukan KPR Pembelian Rumah Bekas Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Dede Sulaeman